Pengantar Website Minggu Ke-4 2016
Website edisi kali ini menyajikan topik pentingnya isu inklusi sosial LGBT dalam upaya penanggulangan HIV dan AIDS. Inklusi social LGBT menjadi hal yang penting karena karakteristik dari sosial eksklusi kelompok LBGT adalah mereka tersembunyi dan termarginalkan, sehingga mereka tidak diperhitungkan keberadaanya dalam berbagai kebijakan dan program HIV dan AIDS. Eksklusifitas LGBT dalam penanggulangan HIV dan AIDS dapat menimbulkan diskriminasi dan stigma sehingga untuk mengurangi permasalahan ini harus terjadi perubahan sudut pandang kebijakan. Dalam artikel utama yang berjudul “Dari Ekslusi ke Inklusi Sosial LGBT dalam Upaya Penanggulangan HIV dan AIDS untuk Mewujudkan Universal Health Access” (link), setidaknya ada tiga hal yang disarankan untuk mendorong terjadinya inklusi social pada LGBT yaitu: advokasi pada pengambil kebijakan, peningkatan Kapasitas di sektor komunitas dan layanan serta integrasi program LBGT ke dalam sistem kesehatan.
Pengantar Minggu Ke-3 2016
Artikel yang disajikan dalam website kali ini menggagas tentang The Sustainable Development Goals (SDGs), kaitannya dengan respon penanggulangan AIDS. Dalam SDGs tidak ada target khusus dalam suatu penyakit, karena target yang ditetapkan dalam paradigma SDGs bersifat universal meliputi berbagai permasalahan kesehatan di berbagai negara sebagai komitmen global bersama dalam kerangka yang lebih luas dari pembangunan yang berkelanjutan. Paradigma pembangunan secara holistik mengakui masih ada permasalahan kesehatan termasuk didalamnya permasalahan penanggulangan HIV dan AIDS serta berbagai penyakit progresif yang berdampak pada ODHA yang membutuhkan cara yang lebih adil dan berkelanjutan, khususnya terkait jaminan kesehatan (universal health coverage/UHC). Pelibatan dan pemberdayaan ODHA serta kelompok marjinal lainnya menjadi penting, agar mendapatkan kesempatan dan akses yang sama khususnya dalam layanan kesehatan. Kerangka konsep ini disajikan lebih dalam oleh penulis dalam artikel utamanya “Respon Penanggulangan HIV/AIDS dalam SDGs melalui Universal Health Coverage (UHC)” (link).
Pengantar Minggu Kedua 2016
Website edisi kali ini mengangkat tema tentang perencanaan yang berbasis data. Dalam artikel utama berjudul “Mendorong Perencanaan Program HIV dan AIDS yang Mencerminkan Situasi Epidemi dan Kebutuhan Pada Populasi Kunci” (link)menganalisa pentingnya pemahaman tentang kemampuan mengembangkan pendekatan/metode untuk mengukur situasi epidemi dengan kebutuhan intervensi program pada populasi kunci untuk pengembangan perencanaan strategis yang berbasis data (data driven planning) untuk populasi kunci sebagai kelompok yang sulit dijangkau.
Pengantar Minggu Pertama 2016
Pembaca yang setia..
Edisi website diawal tahun ini ini menyikapi tentang persoalan stigma dan diskriminasi yang masih menjadi tantangan dalam mengembangkan kebijakan publik yang berwawasan kesehatan yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung, memungkinkan seseorang atau masyarakat tertentu menuju pada sebuah kehidupan yang lebih sehat. Stigma dan diskriminasi pada orang dengan HIV AIDS (ODHA) menjadi satu hambatan untuk mewujudkan kebijakan tersebut dan bertentangan dengan prinsip pemerataan.
Pengantar Minggu Ke-50 2015
Pembaca yang budiman…
Webiste edisi kali ini mengangkat tema tentang Pemanfaatan Informasi Strategis dalam program penanggulangan HIV dalam rangka mencapai fast track 90-90-90 . Tema ini sekaligus menjadi gagasan dalam artikel utama. Ada dua pokok bahasan dalam artikel ini, yang pertama adalah monev yang dikembangkan dalam penanggulangan AIDS dan yang kedua adalah implementasi pelaksanaan monev. Meskipun secara konsep kerangka monev yang dikembangkan melalui SRAN 2015-2019 Penangulangan AIDS di Indonesia sudah mengacu kepada kerangka global yang dikembangkan oleh WHO namun ternyata masih ada kesenjangan dalam proses pelaksanaannya.
© 2026 Kebijakan AIDS Indonesia