Strategi penanggulangan HIV-AIDS ditujukan untuk mencegah dan mengurangi risiko penularan HIV/AIDS, meningkatkan kualitas hidup ODHA, serta mengurangi dampak sosial dan ekonomi akibat HIV dan AIDS pada individu, keluarga dan masyarakat, agar individu dan masyarakat menjadi produktif dan bermanfaat untuk pembangunan. “untuk itu perlu langkah antisifatif untuk pencegahan penyakit menukar tersebut debgan memberikan Pengetahuan tentang penyajit menular seoerti HIV pada prajurit dan PNS Lanal Semarang,” terang Komandan Lanal Semarang Kolonel Laut (P) Hanarko Djodi Pamungkas, Senin (15/4).
Menurutnya, hal tersebut memerlukan peran aktif Lintas Sektor baik pemerintah maupun masyarakat termasuk mereka yang terinfeksi dan terdampak. Dalam upaya pengendalian dan pencegahan penyakit HIV, diperlukan peran aktif dari kelompok Populasi Kunci yaitu : Orang-orang berisiko tertular atau rawan tertular karena perilaku seksual berisiko yang tidak terlindung, bertukar alat suntik yang tidak steril.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR --IMMIM dipercaya Konjen Australia menyelenggarakan Silaturrahim Tokoh Muda Muslim Australia dengan tokoh Umat Islam di Gedung Islamic Centre IMMIM Jl Jendral Sudirman Makassar (15/5/2017).
Hadir Konsulat Jendral Australia Mr Richard Metthews bersama jajarannya, Ketua Umum DPP IMMIM Prof Dr H Ahmad M Sewang MA, Ketua Umum YASDIC IMMIM, Ir HM Ridwan Abdullah MSc, Penanggung Jawab Kegiatan Ir Hj Nur Fadjeri MPd.
Merauke, Jubi - Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Merauke, Tuban Sriyono mengungkapkan, dalam dua tahun terakhir, muncul fenomena baru yakni kelompok lelaki seks lelaki atau diistilahkan LSL. Kelompok itu, di luar wanita pria (waria) yang sudah tak asing lagi di kalangan masyarakat.
“Memang kelompok LSL ini, masih sangat tertutup dan belum diketahui publik secara luas. Namun jumlahnya sudah mencapai ratusan orang dan di antaranya adalah anak-anak remaja yang masih di bangku sekolah,” ujar Sriyono kepada Jubi Sabtu (13/5/2017).
PEKANBARU - Mengidap HIV/AIDS bukanlah aib, namun ini lebih pada masalah kesehatan. Dengan artian, penyakit ini bisa saja menular kepada siapa pun. Karena itu tidak sedikit ibu rumah tangga dan anak-anak yang dinyatakan positif mengidap HIV/AIDS.
Umumnya ibu rumah tangga mengidap penyakit tersebut karena tertular dari pasangan hidupnya. Ironisnya lagi, tak jarang kemudian virus menular pada bayi di dalam kandungan.
"Sehingga masyarakat harus megubah pikiran mereka bahwa kalau seseorang sudah positif HIV/AIDS, itu pasti latar belakangnya jelek,” ujar Rizna M, Koordinator Yayasan Sebaya Lancang Kuning, kepada Tribun, Minggu (7/5/2017). Rizna bersama para aktivits di yayasan tersebut aktif mendampingi orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, saat membuka klinik ARV di Puskesmas Parigi, menyebutkan, bahwa temuan kasus HIV/AIDS di Kabupaten Pangandaran terus bertambah. Hingga bulan April 2017, tercatat jumlahnya mencapai 49 kasus.
Untuk itu, Jeje menilai keberadaan klinik layanan terapi ARV bagi warganya yang HIV positif sangat penting. Karena, sebelumnya mereka harus menempuh perjalanan jauh ke RSUD Kota Banjar guna mendapatkan ARV.
“Pembukaan klinik ARV ini menjadi tanda kemajuan bagi Kabupaten Pangandaran dalam upaya mencegah dan menanggulangi HIV/AIDS. Saya harap, keberadaan klinik ini juga akan menambah semangat bagi ODHA untuk tetap kenjaga kesehatannya,” tandas Jeje.
© 2026 Kebijakan AIDS Indonesia