Yudha Manggala P Putra | Selasa, 10 Mei 2016

Petugas kesehatan menunjukan darah yang telah diambil untuk kemudian di tes HIV secara gratis di Taman Suropati, Jakarta, Ahad (29/11). (Republika/Raisan Al Farisi)REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Sukabumi, Jawa Barat mencatat setiap tahun rata-rata 30 warga di daerah ini tertular Human Immunodeficiency Virus (HIV).

"Untuk jumlah kumulatif kasus HIV-AIDS di Kota Sukabumi, tepatnya dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2015, mencapai 963 orang," kata Ketua KPA Kota Sukabumi, Achmad Fahmi di Sukabumi, Selasa (10/5).

Menurutnya, dari data tersebut dalam beberapa tahun terakhir ini mayoritas warga yang tertular HIV berasal dari kalangan ibu rumah tangga (IRT) baik yang ditularkan dari suaminya maupun ada penyebab lainnya.

POTRETNEWS.com | Selasa, 26 Januari 2016

Wakil Bupati Indragiri Hilir, Riau, H Rosman Malomo saat memberikan sambutan saat penerimaan penghargaan. | potretnewscom bjfum 2860TEMBILAHAN, POTRETNEWS.com - Wakil Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Riau, H Rosman Malomo belum lama ini mengatakan, berkat sinergitas dan kerja sama yang baik Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Inhil mendapat penghargaan terbaik se-Sumatera bahkan internasional.

"Kita patut berbangga hati, apa yang telah kita upayakan sejauh ini telah membuahkan hasil positif. Untuk itu, kita jangan cepat berpuas hati, tapi makin memacu kita untuk memberikan yang terbaik untuk daerah," imbuh Rosman.

Ilustrasi | ThinkstockRiga Iman | Selasa, 03 November 2015

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Sukabumi telah merampungkan pemetaan populasi kunci yang rawan terkena penyebaran HIV/AIDS. Hasilnya, ditemukan sebanyak 50 populasi kunci lelaki suka lelaki (LSL). 

"Pemetaan populasi kunci dalam sebulan ini menghasilkan banyak data baru,’’ ujar Sekretaris KPA Kota Sukabumi, Fifi Kusumajaya kepada wartawan, Selasa (3/11). Metode yang digunakan berbeda dan jauh lebih sistematis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Ilustrasi | foto:IstimewaWikha Setiawan | Selasa, 3 Nov 2015

KENDAL - Angka penderita HIV/AIDS di Kabupaten Kendal terus menunjukkan peningkatan. Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) setempat mencatat, hingga kini sudah ada 507 orang di Kendal yang terjangkit virus mematikan ini.

Angka tersebut mengalami peningkatan dari data terakhir, pada Februari 2015 yang hanya 454 kasus, terdiri dari 296 orang pengidap HIV dan 158 pengidap AIDS. Dalam waktu tujuh bulan, penderita meningkat virus ini meningkat 53 orang.

Bakal calon Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (kedua kiri) dan wakilnya Wisnu Sakti Buana (kanan) melambaikan tangan kepada wartawan seusai menjalani tes kesehatan di Graha Amerta, RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (28/7). Foto: Antara/HermaMetrotvnews.com, Surabaya: Puluhan bakal calon kepala daerah dari 11 kabupaten/kota di Jawa Timur telah menjalani tes kesehatan di RSUD dr Soetomo, Surabaya. Tes kesehatan itu dilakukan sebagai salah satu syarat pencalonan mereka sebagai kepala daerah. Mereka dinyatakan gagal apabila positif narkoba dan HIV/AIDS.

Pelaksana tugas Direktur RSUD dr Soetomo, dr Harsono, menjelaskan beberapa kondisi yang bisa menggagalkan pencalonan. "Dua di antaranya, adalah terbukti narkoba dan terbukti HIV/AIDS," kata Harsono, di Surabaya, Selasa (28/7/2015).

Dia menegaskan pemeriksaan kesehatan ini untuk menjamin para calon pemimpin daerah tidak memiliki kondisi kesehatan yang buruk sehingga mengganggu kinerjanya.

Penelitian

Knowledge Hub

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID