Merdeka.Com, 27 Oktober 2014

Ilustrasi HIV AIDS. Shutterstock/wavebreakmediaMerdeka.com - Sembilan wanita hamil di Kabupaten Merauke, Papua, diketahui terindikasi mengidap HIV/AIDS. Penyakit yang hingga kini belum ada obatnya tersebut, menurut Sekretaris KPA Kabupaten Merauke, Heni Astuti Suparman, di Merauke sudah mencapai 40 perempuan dari data Januari hingga September 2014.

"Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Kabupaten Merauke mencatat data Januari-September 2014 sebanyak 40 perempuan di daerah itu positif HIV/AIDS," kata Heni seperti dikutip dari Antara, Senin (27/10).

Dia mengatakan bahwa dari total 40 perempuan di Kabupaten Merauke yang tercatat mengidap HIV/AIDS, sebanyak sembilan orang di antaranya ibu hamil.

"Sementara data pada Januari-Desember 2013, KPA Kabupaten Merauke tercatat sebanyak 66 perempuan di Merauke mengidap HIV/AIDS, sebanyak 14 orang di antaranya ibu hamil," katanya.

Dia mengatakan, bahwa KPA Kabupaten Merauke mencatat penularan HIV/AIDS di daerah itu tinggi akibat hubungan seks bebas berganti-ganti pasangan.

Angka pengidap HIV/AIDS, katanya, diperkirakan meningkat sampai akhir 2014, sehingga diperlukan partisipasi semua pihak yang ada di Kabupaten Merauke untuk melakukan sosialisasi bahaya penyakit ini kepada masyarakat setempat.

"Upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Merauke untuk menekan tingginya angka pengidap HIV/AIDS di daerah itu adalah membuat Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 tahun 2013, tentang pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS," ujarnya.

Dia lebih jauh mengatakan bahwa Peraturan Daerah tersebut sedang disosialisasikan kepada seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten Merauke.

"Tujuan Pemerintah Daerah membuat Perda tersebut untuk melindungi semua masyarakat Merauke dari penyakit HIV/AIDS bukan bukan untuk mencari kesalahan masyarakat," tambah dia.

Reporter : Jatmiko Adhi Ramadhan

Sumber: Merdeka.Com

Penelitian

Knowledge Hub

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID