Sriwijaya Post, 21 Oktober 2014

Pengunjuk rasa dari PKBI dan JAPI yang menggelar aksi damai di halaman Sekretariat DPRD Sumsel Jalan POM IX Palembang, Selasa (21/10/2014). SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Berdasarkan data yang dimiliki Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sumsel, jumlah penderita infeksi HIV dan AIDS di Sumsel terus bertambah setiap tahunnya.

"Sampai saat ini penderita HIV dan AIDS terus meningkat setiap tahunnya. Di Sumsel secara kumulatif dari tahun 1995 sampai Agustus 2014, kasus infeksi HIV ada 1.055 penderita dan penderita AIDS ada 809 orang," ujar Amirul Husni, Direktur PKBI Sumsel setelah aksi damainya diterima anggota DPRD Sumsel, Selasa (21/10/2014).

Amirul mengatakan, jumlah penderita infeksi HIV dan AIDS tersebar untuk seluruh wilayah Sumsel. Namun daerah yang mendominasi adalah Kota Palembang.

"Maka itu kami meminta pemerintahan Jokowi untuk bisa memproduksi obat-obat secara mandiri. Karena produk obat impor itu mahal sekali biayanya. Orang-orang yang menderita HIV/AIDS kini sudah sampai ke desa-desa dan menyebar semua kalangan. Maka itu kami memiliki slogan selamatkan ibu dan anak," ujarnya.

Aksi damai dari sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sumsel dan Jaringan Aksi Perubahan Indonesia (JAPI), diterima langsung dua anggota DPRD Sumsel yakni Chairul S Matdiah dan Fahlevi Maizano.

Penulis: Welly Hadinata; Editor: Sudarwan

Sumber: Sriwijaya Post

Penelitian

Knowledge Hub

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID