Suara Merdeka, 31 Agustus 2014

KARANGANYAR,suaramerdeka.com – Ditemukannya kasus pendeirta HIV/AIDS ositif di berbagai desa di Karanganyar mendorong Dinas Kesehatan untuk lebih serius menelisik warga yang diprediksi menjadi kelompok rentan terkena penyakit mematikan itu.

''Kami menyiapkan 40 sukarelawan untuk melakukan pendampingan, sekaligus terjun ke desa-desa yang kami prediksi menjadi kantong-kantong wilayah rawan terdampak HIV/AIDS. Mereka akan melakukan sosialisasi, pendekatan, deteksi dini, sampai pendampingan jika ada yang terkena,'' kata Fatkhul Munir, Kabid Penyehatan Lingkungan dan Pemberantasan Penyakit Menular, Dinkes Karanganyar.

Kepada Suara Merdeka, dia mengatakan, para sukarelawan ini terdiri dari para bidan desa dan juga warga dari 17 ecamatan di Karanganyar, yang diberi pelatihan khusus dan intensif, untuk mendeteksi dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat di pedesaan.

Masing-masing mereka memiliki wilayah binaan dan pendampingan. Secara berkala dan intensif diharapkan mereka bisa memotivasi warga desa yang masuk kategori rawan terkena kasus HIV/AIDS. ''Saat ini kami mendapati ada 40 penderita baru, dan tiga di antaranya sudah meninggal. Semua adalah warga di pelosok pedesaan yang justru jauh dari prediksi akan terjangkit penyakit yang belum ada obatnya ini,'' kata Munir.

Salah satu penyebabnya, mereka adalah warga yang banyak meninggalkan desanya, bekerja boro ke kota untuk bekerja. Mereka berpisah dengan anak dan istri atau suami mereka selama berbulan-bulan. Hanya dalam waktu tertentu saja mereka pulang membawa hasil kerjanya.

Ternyata kondisi ini rawan, karena di rantau mereka tergoda melakukan tindakan penyimpangan, melampiaskan hasratnya ke tempat yang salah. Akibatnya, secara tidak sadar mereka terjangkit HIV/AIDS. ''Nah, saat kami mendorong untuk memeriksakan diri, ternyata kami temukan 40 orang itu. Kami yakin di luar itu masih ada yang mungkin terjangkit, namun tidak berani memeriksakan diri. Tugas sukarelawan pendamping itulah yang akan menemukan mereka dan mengajaknya memeriksakan diri,'' kata dia.

''Kami akan intensif melakukan sosialisasi dan membentuk sukarelawan dari berbagai ormas maupun warga masyarakat yagn peduli HIV/AIDS. Bersama mereka, kami akan melakukan pencegahan dini berkembangnya penyakit itu.'' pungkasnya.

( Joko Dwi Hastanto / CN34 / SMNetwork )

Sumber: Suara Merdeka

Penelitian

Knowledge Hub

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID