Harian Terbit, 26 April 2014
Jakarta, HanTer - Malang nian nasib bayi tak berdosa yang menderita HIV/AIDS ini. Sejak lahir, balita yang belum sempat diberi nama ini sudah ditinggalkan oleh orangtuanya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cengkareng Jakarta Barat. Orangtuanya langsung meninggalkan begitu saja bayi mungil ini, namun pihak rumah sakit masih terus merawatnya.
Tapi kini bayi mungil berjenis kelamin perempuan itu sudah diserahkan pihak RSUD Cengkareng ke Panti Sosial Asuhan Anak Balita Tunas Bangsa di Jl Raya Bina Marga No 79 Cipayung, Jakarta Timur. Di panti ini ternyata ada sekitar 85 bayi tak berdosa yang sengaja ditinggal oleh orangtuanya atau sengaja diserahkan ke panti lantaran merasa tak mampu mengurusnya. Dari 85 bayi itu, 40 di antaranya adalah berjenis kelamin perempuan dan 45 berjenis kelamin laki-laki. Satu dari bayi itu ternyata positif menderita HIV.
Kepala Panti Sosial Asuhan Anak Balita Tunas Bangsa, Sri Utami mengatakan, bayi perempuan itu memang menderita HIV berdasarkan penuturan tim RSUD Cengkareng. Pihak panti baru menerima bayi mungil itu pada 7 Maret 2014 dari RSUD Cengkareng, Jakarta Barat.
Saat ini kondisinya membaik dan sehat. Bahkan berat dan tinggi badannya juga terus meningkat menyamai balita lainnya yang normal. Ini tentu menjadi kabar gembira bagi para pengasuhnya yang selama ini telah merawatnya dengan sepenuh hati.
"Sekarang perkembangannya sangat bagus. Awalnya, memang balita itu positif terjangkit HIV. Namun setelah rutin diobati, kini berubah menjadi reaktif," katanya kepada Harian Terbit, Jumat (25/4).
Menurut Sri, pihaknya optimis, bayi tersebut akan normal kembali seperti balita pada umumnya. Terlebih, penanganan medis terus dilakukan secara rutin dan ada perubahan menggemberikan karena saat ini kondisinya semakin sehat. Perlakuan terhadap balita tersebut juga sama dengan balita lainnya tanpa ada membeda-bedakan sedikitpun.
"Kamarnya kita pisahkan dari balita lain. Namun perlakuan yang kita berikan tetap sama. Semua balita di sini dirawat dengan baik oleh pengasuh yang ada," imbuh Sri.
Sri menuturkan, bayi penderita HIV ini lahir di RSUD Cengkareng dengan proses persalinan normal. Namun karena balita tersebut mengalami demam, ibu sang bayi pamit pulang kepada petugas rumah sakit dan berjanji akan kembali lagi untuk mengambil anaknya. Sayangnya, hingga kini, ibu sang bayi tak kunjung kembali ke rumah sakit.
Akhirnya, pihak rumah sakit memutuskan untuk menitipkan bayi tersebut ke Panti Sosial Asuhan Anak Balita Tunas Bangsa saat berusia tiga bulan. Bayi tersebut akan dirawat panti hingga usia 12 tahun. Setelah itu rencananya akan dikirim ke Panti Sosial Asuhan Anak Putra Utama 1 di Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur.
(Safari)
Sumber: HarianTerbit







