Minggu, 01 Februari 2015
Denpasar - Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengimbau masyarakat untuk meningkatkan komunikasi dalam keluarga guna mencegah kasus bunuh diri yang marak terjadi akhir-akhir ini di Pulau Dewata.
"Manusia itu cenderung introvert, itulah yang menyebabkan manusia susah untuk bercerita, jika memiliki masalah. Inilah sebagian besar yang menjadi pemicu hilangnya nyawa seseorang secara sia-sia," kata Pastika saat berbicara di atas Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS), di Denpasar, Minggu (1/2).
Untuk itu, Pastika menekankan pentingnya peran komunikasi dalam keluarga. Di samping itu, ia berharap, kepedulian para tokoh agama dan masyarakat untuk turut menanggulangi kasus bunuh diri.
Selain kasus bunuh diri, Pastika juga menyoroti masalah penyebaran HIV/AIDS, yang dipandangnya sudah sangat memprihatinkan. Hampir 75 persen pekerja seks komersial di Bali, telah terjangkit. Untuk itu, ia mengimbau agar masyarakat menghindari perilaku seks yang berisiko demi kesehatan dirinya dan keluarga.
Pernyataan Gubernur Pastika diamini oleh dr Mangku Karmaya yang merupakan Koordinator Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Bali. Ia mengemukakan, penyebaran virus ini hanya dapat dicegah dengan tidak melakukan perilaku seks yang berisiko.
Karmaya juga mengimbau masyarakat untuk selalu setia kepada satu pasangan. Jika terpaksa, diharapkan untuk menggunakan pengaman (kondom).
Selain itu, pihaknya juga jemput bola dengan cara menyisir wilayah-wilayah di Bali yang rawan penyebaran virus HIV untuk mendapatkan pengobatan serta konseling sehingga penyebaran virus tersebut dapat terkendali.
Selain masalah HIV/AIDS, permasalahan di bidang pertanian juga mendapat sorotan dalam ruang PB3AS kali ini. Ketut Margi Abas warga dari Bangli meminta pemerintah untuk membatasi alih fungsi lahan demi menjaga pertanian Bali. "Hal tersebut merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan pertanian Bali dalam rangka menuju Bali organik," ujar Abas.
Dalam acara PB3AS kali ini juga turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Bali Cokorda Pemayun dan seluruh jajaran kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov Bali.
Selain itu PB3AS kali ini juga mengundang Panti Pijat Refleksi binaan Dinas Sosial Provinsi Bali yang melayani pijat refleksi secara gratis bagi para pengunjung.
Penulis: /WBP
Sumber:Antara







