Pikiran Rakyat, 10 Desember 2014
SUKABUMI, (PRLM).- Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), kembali membentuk Warga Peduli AIDS (WPA) di Kecamatan Kabandungan, Sukabumi. Selain empat orang masyarakat Desa Cipeteuy sebagai WPA dan tujuh Pendidik Setara (Peer Leader Educator/PLE) untuk Kecamatan Kabandungan dilantik Ketua KPA Kabupaten Sukabumi, Sukmawijaya. Juga melantik 11 karyawan Chevron Geothermal Salak, Ltd. (CGS) sebagai PLE, Rabu (10/12).
Sebelum melakukan pelantikan Sukmawijaya terlebih dahulu melakukan penyuluhan HIV dan AIDS serta bahaya narkoba. Program pembentukkan WPA yang dilaksanakan KPA sepenuhnya didukung oleh CGS. Selama 2014, Bersama dengan KPA, CGS sudah membantu pembentukkan 24 WPA di berbagai wilayah di Sukabumi. Acara edukasi bahaya HIV dan AIDS juga dilakukan untuk seluruh pegawai dan kontraktor CGS.
"Pembentukkan WPA ini adalah untuk menambah jaringan dan tangan-tangan untuk menjangkau masyarakat yang sulit dijangkau di desa-desa untuk edukasi pencegahan HIV dan AIDS, karena saat ini, penyebarannya sudah sampai kepada masyarakat-masyarakat desa," kata Sukmawijaya.
Pelantikan kali ini, kata Sukmawijaya, seiring komitmen Chevron dalam upaya pencegahan penyebaran HIV/AIDS dan antidiskriminasi terhadap para penderitanya sejak 30 tahun yang lalu. Apalagi setiap tahun Chevron mengalokasikan sejumlah dana untuk upaya-upaya pendidikan, penyuluhan, pemberian opsi mengikuti tes secara sukarela, akses terhadap perawatan, dan pencegahan penyebaran HIV/AIDS bagi karyawan dan masyarakat.
"Salah satu program yang diberikan kepada karyawan adalah pelatihan menjadi penyuluh HIV/AIDS. Para karyawan belajar mengenai pencegahan dan bahaya penyebaran HIV/AIDS serta bagaimana mensosialisasikan hal ini kepada rekan kerja dan masyarakat di sekitar wilayah tempat tinggal mereka," katanya.
Untuk pembentukkan PLE, kata General Manager Policy, Government and Public Affair Chevron Geothermal, Paul Mustakim, pihaknya telah berkerjasama dengan Indonesian Business Coalition on AIDS (IBCA), yang dimana Chevron berperan sebagai salah satu dari empat perusahaan pendiri.
Program PLE bertujuan membentuk barisan pekerja yang dapat membantu pencegahan penularan HIV dan menyebarluaskan informasi HIV di tempat kerja dan lingkungan sekitar tempat tinggal mereka. Selama pelatihan, para peserta mendapatkan informasi dasar mengenai HIV/AIDS, termasuk media, cara dan prinsip penularan, faktor yang mempengaruhi HIV/AIDS, dan pembekalan keterampilan komunikasi untuk menyampaikan informasi HIV dan membuat media edukasi yang diperlukan.
"Program pelatihan PLE sejalan dengan nilai-nilai yang kami anut (Chevron Way) dalam mengatasi ancaman yang ditimbulkan dari HIV/AIDS. Edukasi ini merupakan upaya penanggulangan, mulai dari pencegahan terinfeksinya dan terjadinya kematian tenaga kerja akibat HIV/AIDS, hingga pencegahan terjadinya lingkungan kerja yang negatif akibat adanya stigma dan diskriminasi terhadap tenaga kerja yang berstatus Orang Dengan HIV dan AIDS (ODHA)," papar Paul.(Ahmad Rayadie/A-108)***
Sumber: Pikiran Rakyat







