Oleh : Gerald Santuary
Abstrak
Penulis mengkaji manifestasi spesifik kekerasan dalam kaitannya dengan seksualitas ; (1) tingkat kekerasan seksual dengan paksaan (pemerkosaan), (2) Kejahatan perang, (3) kekerasan di dalam penjara, (4) pornografi. Mengacu pada buku Hannah Arendt tentang Kekerasan penulis memandang kekerasan seksual sebagai gejalan hilangnya kekuasaan seksual bukan sebuah tanda dari kepemilikan kekuasaan. Penyebabnya dapat dilihat dari tekanan sosial dan komersial masyarakat yang membiarkan laki-laki kurang memiliki ruang berbeda dan menjadi individu yang terpisah. Serangan gelombang kekerasan terhadap kehidupan sehari-hari melalui media menstimulasi laki-laki dan terus-menerus mencemari hubungan antar personal dan kehidupan seksualnya, dimana laki-laki mencari jalan keluar untuk melepaskan diri dari tekanan-tekanan tersebut. Sebuah solusi yang ditawarkan adalah menyediakan informasi yang langsung melalui pendidikan seks yang komprehensif untuk mengatasi pengaruh informasi media terkait seks dengan kekerasan. Dengan begitu, masyarakat akan mampu mendapatkan pilihan yang penuh informasi dalam bertindak secara seksual.
Kata kunci: agresi, perilaku anti sosial, kompetensi interpersoal, hubungan antar personal, pendidikan seks, seksualitas, masalah sosial, dan kekerasan
Selengkapnya: http://eric.ed.gov/?id=ED044713







