Medan Bisnis, 28 Oktober 2014

MedanBisnis - Medan. Tingginya wanita Pekerja seksual (WPS) di Kota Medan yang bisa terinfeksi virus HIV/AIDS, membuat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) PeremPuan Peduli Pedia Medan (P3M)&nbsP; mendamPingi dan melindungi Para Pekerja seks itu.

P3M melihat pekerjaan yang ditekuni oleh ratusan mungkin ribuan WPS di Medan, yang masih belum terjangkau ini, pastinya rentan terinfeksi virus HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency). Saat ini, LSM P3M telah mendampingi 800 WPS di mana 9 diantaranya terinfeksi virus HIV/AIDS. Dari 9 ini, ada 5 orang yang masih menjaga komunikasi yang baik dengan P3M, selebihnya hilang komunikasi.

"Dari 5 yang terinfeksi 3 diantaranya rutin minum obat ARV di klinik Infeksi Menular Seksual (IMS) & Voluntary Conseling dan Testing (VCT) Puskesmas yang bekerjasama dengan kita," ucap Direktur LSM P3M Widia Wakari pada wartawan, Minggu (26/10).

Kata dia, di tahun 2012, tepatnya tanggal 21 April, LSM P3M pun terbentuk. Itu dilakukan karena kebutuhan untuk menjangkau dan mendampingi WPS. "P3M ini bertujuan untuk melindungi dan mendapingi para wanita pekerja seks ini, yang sehari-harinya melayani lelaki hidung belang," paparnya.

Ditambahkannya, pendiri P3M ini ada 3 orang. Ketiganya timbul empati setelah melihat pekerjaan yang dilakukan perempuan pekerja seks rentan dengan penyakit. "Bahkan, diantara kami bertiga ini juga ada yang berlatar belakang WPS dan juga diantara kami ada yang ODHA," ujarnya.(khairunnas)

Sumber: Medan Bisnis