Detik, Rabu 29 Oktober 2014

Ilustrasi | ThinkstockJakarta, Pemberian obat Anti Retroviral (ARV) biasanya dilakukan kepada pengidap HIV yang kadar CD4 di bawah normal. Namun penelitian terbaru menemukan bahwa jika ARV diberikan sejak awal tanpa pilih-pilih, maka risiko penularan HIV dapat menurun secara signifikan.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa dengan ART (Anti Retroviral Therapy), angka penularan kasus HIV baru tur‎un hingga 96 persen," tutur dr M Karyana, MPH, dari Pusat Teknologi Terapan Kesehatan dan Epidemiologi Klinik, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan RI, dalam diskusi Test and Treat HIV-AIDS di @america, Pacific Place, Kawasan Niaga Terpadu Sudirman, Jakarta Selatan, seperti ditulis Rabu (29/10/2014).


Penelitian dilakukan dr Karyana berdasarkan data pengidap HIV di berbagai negara serta pengobatan yang dilakukannya. Hasilnya menunjukkan bahwa memang, terdapat penurunan yang cukup signifikan sebesar 96 persen pada angka penularan kasus baru, terutama di negara-negara yang menerapkan ART.

‎Dijelaskan dr Karyana bahwa ART sendiri adalah metode pemberian obat ARV kepada pengidap HIV tanpa melihat kadar CD4-nya terlebih dahulu. Dengan kata lain,pengidap HIV diberikan obat tanpa harus menunggu dia sakit terlebih dahulu.

Dr Budiarto, Deputy Country Manager dari Clinton Health Access Initiative (CHIA) mengatakan penggunaan obat ARV memang berpengaruh langsung kepada risiko penularan. Sebabnya, ARV membuat virus menjadi terkontrol sehingga jumlahnya sangat sedikit.

"Kalau jumlahnya sedikit tentunya peluang virus pindah dari satu orang ke pasangannya berkurang. Karena itu, sangat penting untuk pengidap HIV langsung minum ARV tanpa harus melakukan cek CD4 terlebih dahulu," tuturnya.

Bahkan menurut dr Budiarto, peluang risiko penularan HIV pada pasangan akan berkurang menjadi 2 hingga 4 persen saja jika orang tersebut melakukan ART. Karena itu menurutnya meminum obat ARV bagi pengidap HIV sangat penting. Selain mengurangi angka penularan, juga mencegah virus berkembang biak dan menyerang sistem daya tahan tubuh.

"Kuncinya cuma satu. Rajin dan patuh minum obat. Nggak ada trik lain untuk pengidap HIV jika ingin kualitas hidupnya‎ tak menurun," pungkasnya.
(mrs/up)

Sumber: Detik