Kedaulatan Rakyat, 29 Agustus 2014

SRAGEN (KRjogja.com) - Sedikitnya 14 bayi di Kabupaten Sragen dilaporkan terjangkit virus HIV/AIDS hingga pertengahan semester tahun 2014. Penularan virus mematikan yang menyerang bayi tak berdosa itu didiagnosa melalui air susu ibu. Hal itu terungkap dalam acara 'workshop' kewaspadaan bahaya HIV / AIDS Pendapa Sumonegaran Rumah dinas (Rumdin) Bupati Sragen, beberapa waktu lalu.

Kepala Puskesmas Sragen Kota sekaligus moderator acara, dr Agus Sudarwanto mengatakan, 14 bayi yang tertular HIV/AIDS itu merupakan keturunan dari orang tua yang juga pengidap HIV/AIDS. "Saat ini para bayi mendapatkan perhatian khusus dan pendampingan dari Dinkes (Dinas Kesehatan) serta organisasi dan komunitas peduli
HIV/AIDS," ujarnya.

Menurut Agus, terdeteksinya penderita virus menular tersebut sangat memprihatinkan mengingat bayi merupakan generasi penerus bangsa. Kepada semua masyarakat diminta berperan aktif membantu pemerintah dan lembaga terkait untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat terkait bahaya HIV/AIDS. "Setidaknya jangan sampai penderita HIV/AIDS dikucilkan dari lingkungan. Masyarakat harus diberikan kesadaran tentang penularan HIV/AIDS," jelasnya.

Sementara, sosiolog dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Uiversitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Argyo Demartoto dalam materinya menyampaikan, data sejak tahun 1993 hingga 31 Maret 2014, penderita AIDS di Sragen sebanyak 180 orang dan 93 menderita HIV. "Jika diurutkan, Kabupaten Sragen menduduki peringat ke-12 dilihat dari jumlah penderita secara nasional," ujarnya. (Sam)

Tomi Sujatmiko

Sumber: Kedaulatan Rakyat