Oke SUrabya, 17 Mei 2014
SURABAYA - Meski Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sudah menutup lokalisasi di Jalan Tambak Asri, Surabaya, Jawa Timur, namun kini muncul kafe-kafe dan tempat hiburan malam di kawasan tersebut. Tempat-tempat tersebut dikelola oleh mantan PSK dan mucikari.
Untuk mengantisipasi penyebaran virus HIV/AIDS, sebanyak 50 mantan PSK dan mucikari dikumpulkan di Balai RW 06, Kelurahan Morokrembangan, Kecamatan Krembangan, Sabtu (17/5/2014).
Mereka mendapat penyuluhan tentang pencegahan penularan HIV/AIDS. Penyuluhan tersebut disambut antusias para mantan PSK dan mucikari. Mereka menganggap penyuluhan tersebut tetap penting, meski tidak lagi menjalankan bisnis prostitusi.
Salah seorang mantan PSK yang kini menggeluti bisnis laundry menganggap HIV/AIDS tidak hanya berpotensi menjangkiti kelompok rentan seperti PSK, namun juga mengintai warga lainnya.
Sementara itu Subandi, Ketua RW 06, menuturkan, pascapenutupan lokalisasi Tambak Asri, ada 19 kafe dan tempat hiburan malam yang muncul. Tidak menutup kemungkinan ada dari temat-tempat tersebut yang menjalankan bisnis prostitusi.
Ia berharap pemkot tetap melakukan razia agar tidak tumbuh lagi lokalisasi-lokalisasi ilegal. (ton)
Yudha Prawira - Sindo TV
Sumber: Oke Surabaya