Selasa, 3 Maret 2015
WARTA KOTA, DEPOK - Sebanyak 75 tahanan di Mapolresta Kota Depok menjalani tes Voluntary Counseling and Testing (VCT) atau layanan konseling dan tes HIV/AIDS, Selasa (3/3/2015). Ke-75 tahanan--50 diantaranya merupakan tahanan kasus narkotika--diambil sampel darahnya untuk dibawa ke lab dan dites HIV/AIDS.
Tes untuk mengantisipasi penyebaran HIV/AIDS di tahanan, diprakarsai oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kuldesak, yang peduli akan masalah HIV/AIDS bekerjasama dengan Mapolresta Depok.
Ketua LSM Kuldesak Samsu Budiman mengatakan, inisiatif yang dilakukan untuk mengantisipasi dan mencegah penyebaran HIV/AIDS. "Sebab, semua tahanan sangat rentan akan penyebaran HIV/AIDS. Apalagi 50 dari 75 tahanan ini adalah kasus narkotika yang sangat dekat dan sangat mungkin terkena HIV/AIDS," kata Samsu di Polresta Depok, Selasa (3/3/2015).
Menurut Samsu, setelah melakukan sosialisasi pihaknya mengambil sampel darah para tahanan untuk diperiksa ke lab. "Ini sebagai langkah mengetahui dan mengantisipasi, ada tidaknya tahanan Mapolresta Depok yang saat ini terjangkit HIV/AIDS," kata Samsu.
Samsu mengatakan, hasil tes HIV/AIDS ke 75 tahanan diperkirakan sudah bisa diketahui, Rabu (4/3/2015) besok.
"Hasilnya baru bisa dikeluarkan besok, karena jumlah tahanan yang cukup banyak," ujar Samsu.
Samsu menjelaskan, kerentanan para tahanan terinfeksi HIV/AIDS disebabkan beberapa faktor. Di antaranya disinyalir banyak tahanan adalah pengguna narkotika dengan menggunakan jarum suntik secara bergantian.
"Jika nanti tahanan diketahui terinfeksi HIV/AIDS, akan kami lakukan konseling pra test, lalu setelah itu perawatan semaksimal mungkin," kata Samsu.
Menurut Samsu, para tahanan yang tinggal di sel dengan dikelompokkan dan tidak mungkin terpisah, cukup berpotensi menulari tahanan di satu sel. Samsu menjelaskan, dari data yang tercatat pihaknya sampai pertengahan 2014 diketahui ada 365 penderita HIV/AIDS di Depok. Padahal sebelumnya pada 2013, jumlahnya hanya 308.
"Dari jumlah itu, sebagian besar yang terindikasi HIV/AIDS adalah di usia produktig yakni antara 18 sampai 45 tahun," kata Samsu.
Menurut Samsu, dengan jumlah 365 penderita HIV/AIDS di Depok, sudah termasuk dalam kota yang tinggi jumlah penderita HIV/AIDSnya. Untuk itu, ia berharap Kota Depok menjadi salah satu kota prioritas yang ditangani pemerintah pusat dalam mengatasi HIV/AIDS.
"Saat ini Depok belum masuk skala prioritas. Padahal seharusnya sudah dimasukkan, karena jumlah penderitanya cukup tinggi," ujar Samsu.
Perwira Urusan Humas Polresta Depok Ipda Bagus Suwardi mengatakan sangat mengapresiasi kerjasama dengan LSM Kuldesak dalam tes HIV/AIDS ke para tahanan ini. Ia berharap kerjasama seperti ini akan dilakukan secara rutin dan berkesinambungan.
"Semoga kerjasama seperti ini bisa terus dilakukan ke depan," kata Bagus, Selasa (3/3/2015).
Sumber: http://wartakota.tribunnews.com/2015/03/03/75-tahanan-di-polresta-depok-jalani-tes-hivaids