Kaltim Pos, 16 November 2014

BALIKPAPAN-Berkembangnya industri hiburan di Kota Minyak disebut juga memiliki dampak negatif. Salah satunya, adalah penularan penyakit HIV/AIDS. Hal ini diungkapkan, Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antarlembaga, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Syamsul Lussa kepada Kaltim Post. Syamsul menyebut, berkembangnya sektor wisata ditengarai bisa meningkatkan penularan HIV/AIDS.

Sektor pariwisata dianggap sebagai salah satu faktor yang bisa menyebarkan penyakit mematikan itu. "Lokasinya bisa di hotel dan tempat hiburan malam. Hal ini bisa menimbulkan penurunan sektor pariwisata daerah," bebernya. Dia menduga dengan tumbuhnya sektor pariwisata dapat meningkatkan kunjungan wisatawan domestik dan asing.

Tidak heran, warga lokal akan bisa tertular dari pendatang domestik maupun asing yang terkena HIV/AIDS. Senada, Asisten Deputi Koordinasi Program Penanggulangan HIV/AIDS, Kementerian Kesehatan dr Maya Trisiswati, mengungkapkan potensi penularan penyakit ini erat dengan tempat hiburan. "Di sana (tempat hiburan) menjadi hotspot orang untuk mencari hiburan," katanya.(*/aji/rom/k14)

Sumber: Kaltim Pos