Latar Belakang
Efektivitas Provider Initiated Testing and Counselling (PITC) untuk pasien dengan infeksi menular seksual (IMS) pada sumber daya yang terbatas menjadi perhatian khusus bagi negara-negara dengan prevalensi HIV tinggi seperti Afrika Selatan. Penelitian ini mengevaluasi apakah pendekatan PITC meningkatkan tes HIV di antara pasien dengan kasus IMS baru, dibandingkan dengan konseling standar dan tes sukarela (VCT) di tingkat pelayanan primer di Afrika Selatan dengan prevalensi tinggi dan pada keadaaan sumber daya yang rendah.
Metode:
Desain yang digunakan adalah uji coba kelompok yang dikontrol secara pragmatis dengan tujuh intervensi dan 14 klinik kontrol di Cape Town. Perawat di klinik intervensi mengintegrasikan PITC dengan perawatan HIV standar dengan menggunakan beberapa sumber daya tambahan, sementara konselor melanjutkan dengan pendekatan VCT di klinik kontrol. Data rutin dikumpulkan untuk periode enam bulan masa intervensi pada tahun 2007, yang ditawarkan pada pasien dengan IMS baru dan yang menerima tes HIV. Ukuran hasil utama adalah proporsi pasien baru dengan IMS yang mendapatkan tes HIV, dengan hasil sekunder sebagai proporsi yang ditawarkan pada pasien yang menolak untuk tes HIV.
Hasil:
Secara signifikan proporsi dari pasien dengan IMS baru jauh lebih tinggi pada kelompok intervensi yang dites HIV dibandingkan dengan kelompok kontrol (56,4% intervensi dibandingkan 42,6% kontrol, p = 0,037). Peningkatan ini tercapai meskipun kelompok intervensi yang menolak ketika ditawarkan tes secara signifikan lebih tinggi (26,7% intervensi dibandingkan 13,5% kontrol, p = 0,0086) Secara signifikan ada lebih sedikit variasi pada hasil utama di klinik intervensi, menunjukkan bahwa intervensi juga mendorong kinerja yang lebih konsisten.
Kesimpulan:
PITC berhasil dalam tiga hal: meningkatkan proporsi pasien IMS baru untuk tes HIV; meningkatkan proporsi pasien IMS baru yang ditawarkan tes HIV; dan menghasilkan kinerja yang lebih konsisten antara/lintas klinik. Rekomendasi dibuat untuk meningkatkan dampak dan kelayakan PITC pada prevalensi HIV yang tinggi dengan pengaturan sumber daya terbatas. Ini semua termasuk penggunaan tenaga klinis dan staf pembantu lebih fleksibel, dan menggabungkan PITC dengan VCT dan pendekatan berbasis masyarakat lainnya untuk tes HIV.
Selengkapnya: